i n d o n e s i a   t a t t o o   s c e n e

J A V A   T A T T O O   C L U B

on-line since 2001  email:    javatattooclub@yahoo.com

 

java tattoo club - extreme tattoo show @ liquid cafe next generation yk august 2006

  

Extreme Tattoo, Thirteen In One Written by Agung http://band1t.com/news/recent-news/extreme-tattoo-thirteen-in-oneBand1tnews

Pasti nggak terbayang satu orang ditato dalam waktu yang bersamaan oleh 13 orang tattoo artis!? Tapi ternyata itulah yang terjadi di Extreme Tattoo, Danger Of Art (Tattoo Show II) yang digelar di Liquid Cafe, Kamis malam, 24 Agustus 2006, oleh Java Tattoo, komunitas tatto artist dan kolektor se Indonesia, bekerjasama dengan Liquid Cafe dan Penjuru Production.

Ke13 tattoo artist tersebut datang dari seluruh pelosok Jawa-Bali, khusus ke Jogja untuk acara tersebut. Aksi mendebarkan tersebut merupakan puncak acara. Disamping juga tattoo show yang digelar pada malam yang sama. Rio Boaz dari Penjuru Production mengatakan, tattoo show tersebut merupakan kesempatan khusus bagi para kolektor tattoo, mengingat acara-acara semacam itu tidak sering diadakan. "Tattoo show kali ini adalah yang ke dua kalinya setelah sebelumnya kami gelar pada 19 Februari 2005 lalu dengan tema Spirit Of Art," katanya. Tema yang dipilih untuk tahun ini adalah 'Danger Of Art', lebih karena aksi berani pertama kali sekaligus pemecahan rekor Indonesia, satu orang ditattoo oleh 13 orang tattoo artist. Sementara untuk tattoo show, dari beberapa kategori yang dilombakan, kriteria penilaiannya antara lain proporsional tubuh kolektor dengan tattoo, kerapian goresan tattoo, warna tattoo, dan sebagainya.

Konsep acara yang mereka tawarkan sebenarnya adalah untuk merespon pergeseran yang dialami oleh tattoo yang semula lebih dikaitkan dengan citra negatif, sekarang justru menjadi gaya hidup, bahkan termasuk menjadi bagian dari trend fashion. "Tattoo sekarang ini juga telah bisa lebih diterima di kalangan masyarakat," sambungnya. Salah seorang tattoo artist yang turut andil, Athonk Raharjo, yang juga tergabung di Eternity studio tattoo Jogja mengatakan, tattoo memang sudah jauh berkembang. "Terlebih lagi di Jogja, peminat tattoo ternyata cukup banyak dan dapat disejajarkan dengan kota-kota lain di Indonesia, misalnya Bali dan Jakarta," ujarnya. Pendapatnya itu lantaran semakin meningkatnya minat masyarakat untuk membuat temporary tattoo. Selain itu, biaya menatoo di Jogja dapat dikatakan relatif lebih murah. "Memang keputusan untuk membuat tattoo sebaiknya tidak diambil secara sembarangan, itu pula kenapa temporary tattoo lebih banyak dipilih."  Athonk, spesialis black tattoo yang lebih dulu dikenal di Amerika Serikat itu mengatakan, gaya tattoo di Jogja, jauh lebih simpel dan lebih enak dilihat jika dibandingkan dengan kota lain. Dalam acara tersebut, turut meramaikan, band-band indie ternama di Jogja, diantaranya, D'Sisters dan The Hydrant

 

  

13 tattoo artist yang ikut andil memecahkan rekor

Agung-Eternity Tattoo Parlor Yk, Awang-Hiawatha Semarang, Bedhot, Daus Hitam, Dewo Hitam, Dr.Gepeng,

Eric Yk, Heru, Munir-Toxic Tattoo Park, Roy-Star Tattoo Bali, Sono, Wiwid, Untung-Bdg

 

view video on Extreme Tattoo - 13 in one!!!

 

   

 

      

 

 

 

EVENT PHOTOS

FRIENDS

JAVA TATTOO CLUB

LINKS

Sign Guestbook

View Guestbook